Warung Bu Parmi yang terletak di Jalan Yos Sudarso Nomor 241 adalah salah satu tempat ikonik di Solo. Meskipun konsepnya sederhana dengan lesehan, tempat ini tetap menjadi tujuan favorit bagi banyak pengunjung yang mencari kuliner khas daerah.
Menu andalan yang ditawarkan adalah cabuk rambak, yang memiliki saus wijen pas di lidah, ideal bagi mereka yang baru mencoba. Bukan hanya warga lokal, banyak wisatawan dari luar kota yang menjadikan warung ini sebagai tempat wajib saat berkunjung ke Solo.
Menikmati Keunikan Kuliner Khas Solo yang Ada di Warung Ini
Warung Bu Parmi bukan hanya menyediakan makanan, tetapi juga pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Suasana santai di adalah daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan sambil bersantai dengan teman atau keluarga.
Cabuk rambak yang disajikan di sini memiliki rasa yang lezat dan tampilan yang menggugah selera. Bahan-bahan yang digunakan selalu segar, menjadikan paduan rasa semakin kaya dan berkesan di lidah setiap orang yang mencobanya.
Bagi yang ingin merasakan keaslian cita rasa Solo, Warung Bu Parmi adalah tempat yang tepat. Selain cabuk rambak, hidangan lain seperti nasi liwet juga menjadi favorit pengunjung, memperkaya pengalaman kuliner yang ditawarkan.
Warung Pecel Yu Temu sebagai Alternatif Wisata Kuliner Lain
Di Shelter PKL Stadion Manahan, terdapat Warung Pecel Yu Temu yang juga terkenal dengan hidangan cabuk rambak. Tempat ini menjadi pilihan sarapan menarik bagi warga lokal yang ingin menikmati makanan sehat namun tetap lezat.
Paduan rasa yang ringan dan gurih dari cabuk rambak di sini membuatnya ideal untuk memulai hari. Dengan lokasinya yang strategis, banyak orang yang mampir sebelum memulai aktivitas sehari-hari atau berwisata.
Warung ini buka pagi hingga siang, sehingga cocok untuk pelancong yang ingin merasakan kuliner Solo di pagi hari. Aroma makanan yang khas akan menggugah selera pengunjung untuk mencicipi berbagai hidangan yang ditawarkan.
FAQ Seputar Cabuk Rambak yang Menjadi Simbol Kuliner Solo
1. Apa itu cabuk rambak?
Cabuk rambak adalah hidangan khas Solo yang terdiri dari irisan ketupat atau gendar. Disiram dengan saus wijen dan kelapa parut, memberikan cita rasa unik yang patut dicoba.
2. Mengapa cabuk rambak mulai langka?
Proses pembuatan saus wijen yang rumit menjadi salah satu alasan mengapa cabuk rambak jarang ditemukan. Kombinasi antara tradisi dan kurangnya minat generasi muda membuat kuliner ini semakin langka di luaran sana.
3. Kapan waktu terbaik menikmati cabuk rambak di Solo?
Cabuk rambak biasanya dijajakan di pasar tradisional pada pagi hari. Di sejumlah warung, hidangan ini juga bisa dinikmati pada malam hari, menjadi pilihan makanan alternatif setelah hari yang panjang.
4. Apakah cabuk rambak cocok untuk semua orang?
Saus wijen yang menjadi ciri khas cabuk rambak kadang-kadang tidak disukai oleh sebagian orang. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mencoba porsi kecil sebelum memesan lebih banyak jika Anda baru pertama kali menikmatinya.
5. Berapa harga cabuk rambak di Solo?
Harga cabuk rambak cukup terjangkau, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi. Variasi harga ini tergantung pada lokasi dan beberapa menu tambahan yang bisa dipilih.
