Mixed-use development semakin menjelma sebagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan perkotaan yang berkembang pesat. Di tengah urbanisasi yang intens, perubahan pola hidup, serta kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi, pendekatan ini menawarkan integrasi yang mampu memenuhi beragam kebutuhan masyarakat.
Kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi berbagai masalah di area mobilitas dan waktu. Pekerja sering menghabiskan satu hingga dua jam hanya untuk berangkat dan pulang dari kantor, yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa hingga 67 persen populasi Indonesia diperkirakan akan tinggal di kawasan perkotaan pada tahun 2035. Ini jelas menuntut cara pandang baru dalam merancang lingkungan hidup yang lebih efisien dan terintegrasi.
Menghadapi kenyataan ini, konsep mixed-use development menjadi salah satu alternatif yang diadopsi oleh pelaku pasar. Dengan menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, model ini menawarkan solusi yang tidak hanya praktis, tetapi juga berkelanjutan.
Keuntungan Konsep Mixed-Use Development untuk Perusahaan
Salah satu keuntungan utama dari mixed-use development adalah kedekatannya dengan konsumen. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, posisi yang strategis di jantung aktivitas sehari-hari sangat penting untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Pencarian layanan berbasis lokasi terdekat atau “near me” semakin meningkat, sehingga kehadiran bisnis di kawasan mixed-use memungkinkan mereka menjangkau pelanggan dengan lebih efektif. Hal ini membantu pelaku usaha, terutama di sektor ritel dan kuliner, meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas mereka.
Dari segi operasional, keberadaan fasilitas lengkap dalam satu kawasan dapat mengurangi waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kesempatan untuk berkolaborasi dan bertemu dengan berbagai pelaku usaha lain juga meningkat, mendorong jaringan yang lebih luas.
Fasilitas Terintegrasi untuk Kesejahteraan Karyawan
Mixed-use development memberikan akses langsung ke berbagai fasilitas penting, mulai dari kantor hingga area rekreasi. Dengan semua kebutuhan berada dalam satu kawasan, karyawan tidak lagi perlu menghabiskan banyak waktu untuk berpindah tempat.
Akses mudah ke fasilitas kesehatan, tempat olahraga, dan pilihan kuliner berkontribusi pada kesejahteraan karyawan. Ini tidak hanya memperbaiki kualitas hidup mereka tetapi juga meningkatkan produktivitas di tempat kerja.
Dengan lingkungan yang mendukung work-life balance, karyawan akan merasa lebih puas dan memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi. Selain itu, konsentrasi pekerja di area ini menciptakan ekonomi yang lebih stabil bagi bisnis-bisnis yang ada.
Strategi Akses Pasar yang Lebih Efektif
Keberagaman segmen pengguna dalam kawasan mixed-use juga menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau berbagai pasar. Penghuni residensial, pekerja kantor, dan pengunjung eksternal semuanya memiliki pola konsumsi yang berbeda, yang berkontribusi pada arus pengunjung yang stabil.
Pelaku usaha dapat merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif melibatkan multi-segmen ini. Dalam situasi di mana satu sektor mengalami penurunan, sektor lainnya dapat membantu mengimbangi ketidakseimbangan tersebut.
Dari perspektif investasi, ini berarti bahwa kawasan mixed-use memiliki potensi yang lebih besar untuk menahan fluktuasi pasar. Diversifikasi ini memberikan jaminan yang lebih baik bagi para investor akan nilai aset mereka.
Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Hidup
Keberlanjutan adalah aspek yang tidak bisa diabaikan dalam pembangunan modern. Banyak proyek mixed-use yang sudah mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan dijalankan dengan prinsip keberlanjutan yang kokoh.
Pembangunan yang terintegrasi memungkinkan efisiensi operasional yang lebih baik. Penggunaan infrastruktur bersama dapat menekan biaya, menciptakan sistem manajemen yang lebih efektif, dan pada saat yang sama berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan.
Teknologi hemat energi dan sertifikasi hijau menjadi nilai tambah bagi proyek-proyek ini. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik di mata konsumen tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya praktik bisnis yang berkelanjutan.
Peluang Investasi Jangka Panjang yang Stabil
Stabilitas nilai investasi dalam mixed-use development menarik perhatian banyak investor. Dengan beberapa fungsi berbeda dalam satu kawasan, proyek jenis ini lebih mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Saat satu sektor mulai melambat, sektor lain bisa berfungsi sebagai penyangga, menjaga stabilitas nilai investasi secara keseluruhan. Keuntungan ini sangat menarik bagi perusahaan yang berencana untuk melakukan ekspansi atau mempertahankan portofolio jangka panjang.
Dengan adanya konektivitas tinggi dan daya tarik yang kuat, kawasan mixed-use memiliki prospek untuk terus berkembang. Para pemangku kepentingan dapat memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan nilai investasi mereka di masa depan.
The Arumaya: Pengembangan Mixed-Use Modern di Jakarta Selatan
Menjawab kebutuhan pasar, sebuah kawasan mixed-use yang dikenal dengan nama The Arumaya dibangun di Jakarta Selatan. Kawasan ini dirancang dengan integrasi yang mendalam antara perkantoran, hunian, dan ruang terbuka hijau, menciptakan lingkungan hidup yang seimbang.
Berdiri di atas lahan seluas 25.792 meter persegi, The Arumaya berhasil menghadirkan Arumaya Financial Center dan Arumaya Residences. Desain ini mengedepankan prinsip “Simply Integrated, Smartly Connected” yang menunjukkan filosofi arsitektur modern.
Komitmen terhadap keberlanjutan terlihat jelas dengan pencapaian sertifikasi Gold dari Green Building Council Indonesia. Dengan begitu, The Arumaya bukan hanya menanggapi kebutuhan fungsional tetapi juga berkontribusi positif bagi lingkungan dan komunitas lokal.
