Sepanjang tahun 2025, telah terbukti bahwa perempuan memainkan peran penting dalam pencarian properti di Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari seluruh pencarian properti dilakukan oleh perempuan, yang menggarisbawahi peran ibu yang semakin signifikan dalam menentukan hunian bagi keluarga mereka.
Saat ini, keputusan untuk membeli atau menyewa rumah tidak hanya berdasarkan faktor harga dan lokasi, tetapi juga terkait dengan kualitas hidup jangka panjang yang dipertimbangkan dengan matang. Ini mencerminkan bagaimana perempuan melihat hunian sebagai tempat yang penting untuk masa depan keluarga.
Data yang diperoleh menyoroti bahwa pada hari-hari penting, seperti Hari Ibu, semakin jelas bahwa perempuan tidak hanya menjadi pencari, tetapi juga sebagai penentu utama dalam memilih rumah. Keterlibatan mereka dalam proses ini berdampak besar pada tipe dan kualitas hunian yang dipilih.
Pentingnya Keamanan dan Akses Pendidikan Dalam Pencarian Properti Keluarga
Selama tahun 2025, pencarian properti yang berkaitan dengan keamanan lingkungan menunjukkan hasil yang signifikan. Lebih dari 360 ribu pencarian digunakan untuk menemukan informasi mengenai keamanan, menandakan bahwa keluarga mengutamakan perlindungan bagi anggota mereka.
Selain itu, kebutuhan akan akses mudah ke sekolah juga mengalami peningkatan. Data mencatat bahwa pencarian dengan kata kunci “dekat sekolah” meningkat sebesar 34,6% dalam satu tahun terakhir, menunjukkan bahwa lokasi sangat berpengaruh terhadap pilihan keluarga.
Tidak hanya itu, pencarian informasi tentang fasilitas kesehatan juga mencakup lebih dari 58 ribu pencarian, yang menunjukkan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan. Semua ini menunjukkan pergeseran penting dalam cara pandang keluarga saat memilih hunian.
Peran Aktif Perempuan Dalam Menyelidiki Pilihan Hunian
Dengan perkembangan digitalisasi, terdapat perubahan besar dalam cara masyarakat mencari properti. Sekitar 52,4% pencarian dilakukan oleh perempuan, sedangkan sisanya dilakukan oleh laki-laki, menandakan bahwa perempuan lebih aktif dalam proses ini.
Keterlibatan ibu dalam memilih hunian mencerminkan pemahaman yang lebih dalam mengenai kebutuhan keluarga. Mereka tidak hanya melihat harga atau ukuran rumah, tetapi juga lingkungan sekitar dan apakah hunian tersebut dapat mendukung aktivitas sehari-hari keluarga.
Tipe properti pilihan pun menunjukkan kecenderungan yang kuat. Rumah tapak masih menjadi favorit dengan porsi pencarian mencapai 60,3%. Hal ini menunjukkan preferensi untuk memiliki ruang yang lebih luas dan nyaman bagi keluarga.
Transformasi dalam Keputusan Pencarian Properti di Indonesia
Marisa Jaya, seorang ahli riset, menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih hunian kini lebih terfokus pada pemikiran jangka panjang. Ibu tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial, tetapi juga bagaimana ruang tersebut akan berfungsi untuk semua anggota keluarga.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan seluruh anggota keluarga, ibu sering kali menjadi penentu akhir dalam memilih rumah. Ini menunjukkan betapa pentingnya perspektif perempuan dalam konteks hunian yang sehat dan aman.
Tren ini menegaskan bahwa keputusan di pasar properti tidak hanya dipengaruhi oleh angka, tetapi juga nilai yang lebih dalam terkait dengan kualitas hidup. Peran ibu sebagai “Chief Housing Officer” menjadi krusial dalam membentuk arah dan permintaan hunian saat ini.
